Pages

Sunday, August 31, 2014

Cara Membuat Mata Terlihat Indah Secara Alami

1. Pencuci Mata

Untuk membersihkan mata yang keruh, ambil segenggam bunga melati, lalu dibersihkan. Rendam bunga melati dengan segelas penuh air matang yang sudah dingin dan biarkan semalam. Esoknya air tersebut disaring, lalu digunakan untuk merambang atau merendam biji mata.

2. Mata Merah

Mata yang memerah dan lelah bisa diatasi dengan merambang dengan air rebusan daun sirih.

Caranya: Segenggam daun sirih beserta batangnya yang muda dan tangkai daunnya direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, gunakan air rebusannya untuk merambang bola mata. Boleh juga dengan cara meneteskan air tersebut pada mata. Untuk mengatasi mata merah akibat kurang tidur, lakukan kompres mata dengan air teh hitam yang sudah diendapkan satu malam.

3. Membuat Bola Mata Bening

1 sendok teh diseduh dengan segelas air. Biarkan semalam dan esok paginya baru disaring. Gunakan air ini untuk mencuci mata dengan merambang mata selama 3-5 menit. Semula akan terasa perih, namun perlahan akan terasa dingin dan mata pun terasa nyaman.

4. Mata Lelah

Gunakan alpukat untuk mendinginkan dan menyegarkan mata yang lelah atau sembab. Alpukat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin A, C, E, zat besi, potasium, niasin, asam pantatenik, dan protein.

Caranya: Kupas sebuah alpukat lalu dipotong tipis-tipis menyerupai lempengan. Tempelkan pada mata yang lelah atau sembab, lalu diamkan selama 20 menit. Bersihkan sisa alpukat dengan air dingin.

5. Lingkaran Hitam

Masalah lingkaran hitam yang sering muncul di bawah mata, bisa ditangani dengan mentimun yang murah dan mudah didapat. Dalam sayuran ini terkandung banyak mineral dan air.

Caranya: Ambil mentimun dan diiris tipis. Gunakan irisan mentimun untuk mengompres mata selama 15 menit.

6. Kompres dingin

Bila mata Anda terasa gatal dan merah, cobalah resep sederhana berikut ini: celupkan handuk kecil ke dalam air dingin dan kompres mata hingga handuknya terasa hangat. Ulangi hingga gatalnya mereda.

7. Kantong teh

Didihkan air dalam wadah kecil dan taruhlah dua kantong teh celup. Setelah mendidih sekitar 5 menit, dinginkan. Setelah itu letakkan kantong teh di kelopak mata selama beberapa menit hingga mata terasa rileks. Cara ini juga efektif untuk mengurangi lingkaran hitam, bengkak, serta mengurangi kelelahan pada mata.

What next?

Yes... what next after this - alon alon asal kelakon

Uhm.. makin banyak ketemu orang makin ga jelas detailnya. Gapapa deh, alon alon asal kelakon. Tapi kenapa begitu 'alon2' nya lalu kapan 'kelakon'nya? Bukankah kl dimulai lebih cepat akan lebih cepat pula hasilnya keluar

Saturday, August 30, 2014

The lie is like a snowball. The longer he is circulated, the bigger it is ~ Martin Luther ~

Yes it is...

Sayangnya aku harus melakukan hal ini selama berada di sini.
2 bulan waktu yang cukup panjang untuk ini dan akhirnya tak mampu menahan lagi.
Maafkan, teman2...

Bukankah keterbukaan akan lebih menyenangkan dan nyaman? Hidup sudah berat, teman, janganlah lagi kita tambah dengan segenap beban yang tidak semestinya.

Ah... terkenang masa kecilku yang diharuskan Bapak duduk di ruang makan seharian karena melakukan hal yang sangat tidak kusuka sejak itu. Betapa tersiksanya..
Dapat dibayangkan karena harus melakukannya lagi selama 2 bulan?

Dia memang bukan Bapakku, karena beliau sudah bersama Ibuku di sisi Tuhan, tapi saat ini dialah orang dimana aku menggantungkan kehidupan ini. Dia orang yang aku hormati, bukan saja karena seharusnya namun juga karena kebaikan hatinya.

Bisakah kita bedamai? Aku harap demikian..

Yuk buang saja yang ga perlu dan mengambil pelajaran dari semua ini!



Saturday, March 22, 2014

Di beranda tepi pantai




Di sana, aku tinggal hampir 7 gelaran mentari
menjadi saksi betapa indah dan agung cipta Mu
betapa merdu simponi yang Kau cipta

langit biru jernih walau kadang abu disemuti mendung
dua pelangi sejajar menyapa sore yang cantik usai hujan
sepasang elang terbang rendah mencari makan di atas birunya laut
ikan kecil berkejaran menciptakan suara halus di tengah keteduhan ombak 

Di sana, di tengah Samudra Pasifik

keseimbangan antara hati dan kata, teruji
kejujuran yang pernah diajarkan, tertempa
mencoba membangun cita cita sederhana
agar hidup selalu menjadi lebih baik dan bermakna
untuk diri sendiri maupun saudara saudara di sekitar

dermaga
pandang tiang2 kokoh kapal berbentur dengan dapra
dimana kesibukan bongkar muat terlaksana dengan ceria
dimana para penyabar menanti pancing mengait ikan harapan
dimana para ahli mengendalikan crane untuk sebuah kegiatan
dimana kisah cinta berakhir atau berlanjut ke pelaminan
  
perahu kecil terjajar di pantai berpasir putih
kapal besar tertambat di laut lepas
tugboat penarik tongkang sandar di dermaga
LCT dengan kegiatan kru kapal yang asik memancing
atau memperbaiki mesin dengan tekun
truk pengangkut berlalu lalang saat pemuatan
gemuruh suara excavator bekerja
laju wheel loader memindahkan material
membuat harmoni hidup yang sempurna

ada rasa yang tak terucap
ada bara yang menjadi api yang harus padam
ada keceriaan dan canda tawa saat saling mencela
ada wajah cemberut ketika kalah dalam bersilat lidah
ada lantunan lagu cinta dengan denting gitar
ada sorak sorai ketika nonton bola
ada isak tangis haru biru, ketika kesedihan melanda
ada parang teracung yang tak semestinya
demi sebuah harga diri ketika alam sadar melayang nun jauh

lelaki bertelanjang dada membuat perahunya
untuk mengayuh kehidupan mendatang
wanita paruh baya bersimpuh di atas snaad
dengan pinang sirih dan kapur menghiasi bibir yang selalu tersenyum
menjajakan hasil bumi
wanita muda merengkuh anak di depan klinik

rindu tak terbilang
akan keindahan tempat ini
akan kedamaian pantainya
akan keramahan rekan rekan
akan wajah gelap dan polos saudara saudaraku

begitulah kehidupan indah di Pulau Manuran
yang memang selalu harus disyukuri

biarlah menjadi pelajaran berharga
jika memang ada kesempatan lagi
biarlah menjadi kenangan indah
jika tidak akan kembali

Sunday, November 3, 2013

"VALUE HAS A VALUE ONLY IF ITS VALUE IS VALUED"

VERY SHORT, MOST EFFECTIVE AND HOW TRUE...

30 second Speech by Bryan Dyson (CEO of Coca Cola)


"Imagine life as a game in which you are juggling some
five balls in the air. You name them - Work, Family, Health, Friends and
Spirit and you're keeping all of these in the Air.

You will soon understand that work is a rubber ball. If you
drop it, it will bounce back.

But the other four Balls - Family, Health, Friends and
Spirit - are made of glass. If you drop one of these; they
will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged or even
shattered. They will never be the same. You must understand
that and strive for it."

WORK EFFICIENTLY DURING OFFICE HOURS AND
LEAVE ON TIME. GIVE THE REQUIRED TIME TO YOUR FAMILY,
FRIENDS & HAVE PROPER REST.

"VALUE HAS A VALUE ONLY IF ITS VALUE IS VALUED"

Tuesday, August 13, 2013

Catatan perjalanan Wayag 9-11 Agustus 2013


09 Agustus 2013
06:45 Persiapan keberangkatan, semua barang bawaan dikumpulkan di dermaga untuk segera dimuat ke Kisyoko. Semua peserta kelihatan ceria, ga lupa deh kita untuk berdoa, supaya perjalanan aman dan selamat serta menyenangkan.



07:30 Berangkat dari Dermaga Manuran, Kisyoko dikemudian oleh Israim dengan kekuatan mesin 2 x 40PK

09:00 Tiba di Palo, sesi foto dan merokok (karena di perjalanan dilarang merokok, kita tertib lho di awal sampai mendekati akhir perjalanan)


09:30 Berangkat dari Palo, di perjalanan disuguhi pemandangan indah, ada banyak pulau pulau kecil berbentuk unik


10:30 Tiba di sekitar Teluk Saripah, untuk istirahat makan siang. Makan siang yang mewah untuk sebuah acara piknik, ada rendang, ada telur dadar, ada lemang dan tentunya nasi bungkus a la kantin Manuran. Ga lupa juga sesi foto.


11:30 Berangkat menuju Kepulauan Wayag dan akan mampir di Camp Kawe. Awalnya laut teduh, pada kekenyangan langsung pada tidur di perahu deh...


Sekitar 30 menit jalan dari Teluk Saripah, Mansar kesulitan mengendalikan perahu karena arus bawah yang kuat ditambah angin dan gelombang putar. Maka diputuskan untuk berteduh di Camp Kawe.

12:40 Tiba di Camp Kawe, istirahat, merokok, sesi foto, berenang dan bikin kopi



15:40 Berangkat menuju Kepulauan Wayag jika memungkinkan, jika tidak akan berteduh di Pulau Kawe bagian Utara.


16:24 Tiba di bagian Utara Pulau Kawe dan bermalam (camping), karena cuaca tidak mendukung untuk menyebrang ke kepulauan Wayag. Ombak yang cukup kuat membuat Mansar memutuskan untuk berteduh dan menginap di Pulau Kawe bagian utara ini. 

Tenda dan perlengkapan masak diturunkan dari perahu dan mulailah kegiatan memasang tenda. Tenda sudah berdiri dan kegiatan dilanjutkan dengan memasak air panas untuk menyeduh teh dan kopi. 


Sebagian melakukan sesi foto sambil sebagian lagi memasak (tentu Mbak Tanti dkk).


Makan malam jam 19:00, menunya masih dengan rendang, ikan bakar 4 ekor oci hasil panahan Israim di Kawe dan mie. Kemudian “ngeriung” bersama sebelum pergi tidur.

21:00 Sebagian besar pergi beristirahat sebagian masih meneruskan bermain main dengan kamera (Febri, Rama dan Adit).


10 Agustus 2103
04:30 Persiapan sarapan dan packing tenda
06:30 Sarapan pagi yang disiapkan oleh Mbak Tanti dan Deris dkk, dengan menu telur balado dan mie rebus... uhm yummiieee


07:05 Berangkat menuju Kepulauan Wayag

08:13 Tiba di titik pertama Kepulauan Wayag, sesi foto

08:39 Berangkat menuju Camp CI 

08:52 Tiba di Camp CI untuk melaporkan kunjungan, sesi foto sambil menunggu ombak sedikit reda.


09:45 Berangkat ke area wisata Wayag diiringi ombak (yaelah... deket aja pake ombak coba...)

10:10 Tiba di titik pendakian pertama

10:26 Tim pertama tiba di Puncak Wayag pertama (Febi, Febri dan Tanti)

11:45 Tiba kembali di Kisyoko dan menuju ke titik kedua, semua panik karena keindahan alam Wayag yang dahsyat

12:05 Tiba di titik kedua, makan siang, sesi foto, snorkling bareng

13:30 Tim mulai medaki ke puncak kedua Kepulauan Wayag
13:55 Tim tiba di puncak pendakian kedua
15:00 Tim tiba kembali di Kisyoko
15:15 Kembali ke Camp CI dan bermalam 

11 Agustustus 2013 
04:30 Persiapan sarapan, sisa bahan makanan hanya berupa 6 bungkus mie instan berbagai rasa dan kornet 1 kaleng.
06:30 Siap di Dermaga Camp CI menunggu komando Kapten untuk berangkat
07:05 Berangkat dari Camp CI
08:30 Melewati Pulau Urani (Pulau Oranye)
10:15 Tiba di Airterjun antara Palo dan Kapadiri, Pulau Waigeo
10:57 Menuju Pulau Manuran
11:45 Tiba di Pulau Manuran 

Perjalanan ke Wayag kali ini adalah perjalanan yang melelahkan namun sangat menyenangkan. Tim kita adalah tim yang sangat antusias. Bahu membahu dalam mengerjakan semua kegiatan, bersikap tenang saat Kisyoko dihadang ombak dan gelombang.

Ada ciri khas dari masing masing personil yang sangat menyenangkan. 

Febri, sang fotografer seribu gaya, maksudnya kalo motret penuh gaya dan dia sendiri kalo difoto mintanya gayanya emang aneh2 seperti foto di sebelah ini.... Belum lagi dia melompat dari perahu ke laut dan ternyata dia tidak bisa berenang. 

Tanti dan Deris, mbak dan teteh cantik ini adalah ”great cook”, mereka yang telah mempersiapkan kebutuhan “kampung tengah” kami selama perjalanan. Dan juga di mes 12 Manuran. Selain itu merekalah duo cantik perenang kita...



Rama, sang bapak satu anak yang penuh kasih termasuk bagi teman2 seperjalanan, termasuk kategori mas ganteng yang engga pernah lupa dengan “eiiitzzzz” nya diakhir kalimat saat sedang bercanda (lebih tepat ketika dia berusaha menipu hehehe...)






Petty sang comblang, bahkan lebih heboh daripada yang dicomblangin... Tapi ga ada dia pasti ga rame. Petty juga yang kena tipu pertama bahwa si bule spanyol adalah pemain bola Barcelona, karena dia yg duluan minta foto sama si bule hehehe....Gaya Petty kalo foto bagaikan gaya gabungan antara peragawati dan ibu pejabat, kaki kiri di depan dan agak ditekuk, tangan di paha.....

Febi sang diver yang sedang bermasalah dengan telinga, tangguh dalam perjalanan (laut) dengan seringnya berada di bagian depan perahu saat Kisyoko dihadang gelombang. Cowok cool ini pencinta lingkungan dan tetep bawa bibit bakau dari Kawe.




Edni dan Komce (Ria) merupakan tamu tugas di Manuran yang ikut dalam trip ini.



Edni sang ibu cash opname yang takut ketinggian tapi tak gentar untuk ke puncak bukit di Wayag. Ria walau abis sakit tetap semangat dalam perjalanan. Ria juga pencetus “asbun” bagi Rama.... Kalo dia foto selalu kasih 2 jari, maksudnya “peace” atau “2 anak cukup” ya?


Adit, satu lagi cowok cool ASP CDR yang masih suka nonton ipin dan upin (Mas Waw lho yg bilang). Kalo difoto selalu menampilkan senyum pepsodent (kata Febri)






Mansar Soleman Kein (seharusnya Mam Soleman Kein) adalah sang kapten pada perjalanan ini, beliau yang mengendalikan Kisyoko sebagai alat transport kami menuju tempat indah di timur Indonesia ini.






Israim Kein (putra Mansar Soleman Kein) dan Yubel Kein (ponakan mansar) bertindak sebagai ABK Kisyoko dan tim pendukung dalam perjalanan ini.



 Terimakasih buat;

· Pak Eko, atas ijinnya untuk liburan kami yang 99% sempurna
· Mbak Cheryl yang telah mengirim Edni ke Manuran dan menjadikan trip kami lebih banyak warna ceria
· Mas Wawan, buat ijin kosongnya CDR Manuran karena Rama dan Adit bisa ikut dan jadi teman perjalanan yang menyenangkan dan membantu mewujudkan impian jalan jalan kita
· Wahyu, buat ingetin bawa bahan makanan lebih sehingga perpanjangan waktu kita di Wayag karena cuaca masih punya makanan dan juga ingetin bawa handphone satelit yang dikirim Sandhy dari Sorong, walau susah bener cari sinyal...
· Sandhy yang udah ijinkan Komce tugas ke Manuran untuk cek “unloading” KM Tipu sekalian ikut trip ini.
· Temen2 seperjalanan termasuk Mansar Soleman Kein, israim dan Yubel yang baik dan sangat menyenangkan dengan candaan dan rasa humor yang tinggi menambah indahnya perjalanan dan ketenangan merupakan anugerah kala perjalanan laut menyapa angin, ombak dan gelombang.


Salam,




Manuran Wayag Manuran..... Dream come true

Thursday, July 11, 2013

Haruskah selamatan ketika nempati rumah baru?

Omong omong soal selamatan rumah, jadi ingat ibu almarhum, dulu waktu pindah dari Merdeka Barat ke Kranji tahun 1996, ibu bilang harus selametan dengan mengundang pengajian. Sejujurnya aku ga nanggapi serius soal ini, karena aku pikir yg penting "assalaualaikum" ketika masuk rumah dan memperkenalkan diri ke tetangga kiri kanan depan belakang aja.

Ibu dan Bapak almarhum kelihatannya melaksanakan selamatan rumah itu, aku lupa dan juga ga tau pelaksanaannya karena kalo ga salah dulu itu aku lagi kerja di Cikotok. ga berapa lama setelah pindah ibu jatuh di depan kamar mandi sehingga retak tulang panggulnya. Abis itu ibu emang sering sakit dan kesehatannya terus menurun walau sering juga kelihatan baikan dan sehat juga, hingga akhirnya meninggal dunia tahun 1998.

Tahun ini giliran aku yang dihadapkan secara langsung untuk selamatan rumah biruku. Teman yang non muslim bilang bikin selamatan untuk ucap syukur pada Yang Kuasa karena punya hunian baru. Aku setuju. Tapi untuk aku ucap syukur itu ada berbagai cara dan caraku adalah bersujud ketika menempati rumah itu pertama kalinya sebagai rasa syukurku dan selebihnya berbuat lebih baik kepada sesama, sedapat mungkin engga sakiti dan bikin susah orang lain. Berbagi rejeki jika ada, bayar zakat kalo gajian atau ada rejeki lain.

Bicara soal selamatan rumah biru buat rasa yg ga nyaman sama sekali. Walaupun itu aku lakukan dengan maksud untuk menyamankan orang2 di sekitarku. Alhasil, abis acara aku malah sangat sangat gelisah. Aku tau ini bukan soal "penghuni lain" rumah ku yang mengganggu, tapi hanya pertentangan batinku sendiri.....

Untuk aku pribadi, yakin dan percaya bahwa "mereka" memang diciptakan dan ada dimana mana. Tapi apakah mereka akan mengganggu kita? Kalo kita ga ganggu, apa mungkin mereka akan jail ke kita? keknya engga deh. Jadi biarkanlah kita hidup di dunia kita masing masing. Bukankah begitu?

Aneh bin ajaib..... ada seorang bapak yang mengatasnamakan dirinya sebagai ustad datang ke rumah untuk "adzan rumahku" (eh maap nih, adzan bukannya untuk manggil orang untuk sholat ya?). Aku sih yah silahkan aja, aku anggap baik aja lah. Setelah itu, dia bilang "keknya rame nih rumah" (maksudnya rame sama hantu pastinya)..... nah ini yg aku sama sekali engga suka. Kesannya si bapak ini nakut2in aku. Siapa perduli ini rumah rame apa engga???? Halah, pelanggaran nih bapak. Aku engga mau bilang dia ustad, karena menurut aku seorang ustad tuh pasti memberikan keteduhan jiwa, bukan malah nakut2in.

Suatu hari akhirnya aku ketemu "teman lama" yang menurut aku benar benar seorang ustad dan istrinya juga seorang ustadjah. Aku senang sekali berdiskusi soal agama dengan mereka (Alhamdulillah). Beliau berdua membenarkan bahwa mahluk halus memang diciptakan Allah dan ada di sekitar kita namun dalam dimensi yang berbeda. Mahluk halus tidaklah dapat dengan begitu saja mengganggu manusia selama manusia juga tidak mengusik mereka dengan "pemujaan".

Soal selamatan rumah memang tidak ada salahnya selama dijalankan dengan niat dan cara yang benar, sebagai tanda kita bersyukur, tidak selamatan juga tidak masalah (aku keknya lebih cenderung ke opsi terakhir hehehe... teteub). Namun mereka lebih menekankan adanya silaturahmi dengan tetangga dan karena aku kerja jauh dari rumah dan hanya sebentar di rumah, dianjurkan untuk membawakan para tetangga sekedar oleh oleh jika pulang dan ga perlu yang mahal, sebagai tanda perhatian dan terimakasih untuk "menjaga" rumah selama kita jauh...... Masuk akal kan?

Belum banyak yang aku diskusikan dengan mereka berdua, karena keburu ada tamu lagi di rumah mereka. Mudah mudahan di cuti ku yang akan datang aku bisa sowan lagi ke mereka.....

Ini hanya sekedar berbagi dengan siapa saja yang mau baca, tanpa maksud mendiskriminasikan apa dan siapaun, so mohon maaf kalo ada yg engga berkenan..