Pages

Showing posts with label Yang Utari Suka. Show all posts
Showing posts with label Yang Utari Suka. Show all posts

Sunday, November 3, 2013

"VALUE HAS A VALUE ONLY IF ITS VALUE IS VALUED"

VERY SHORT, MOST EFFECTIVE AND HOW TRUE...

30 second Speech by Bryan Dyson (CEO of Coca Cola)


"Imagine life as a game in which you are juggling some
five balls in the air. You name them - Work, Family, Health, Friends and
Spirit and you're keeping all of these in the Air.

You will soon understand that work is a rubber ball. If you
drop it, it will bounce back.

But the other four Balls - Family, Health, Friends and
Spirit - are made of glass. If you drop one of these; they
will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged or even
shattered. They will never be the same. You must understand
that and strive for it."

WORK EFFICIENTLY DURING OFFICE HOURS AND
LEAVE ON TIME. GIVE THE REQUIRED TIME TO YOUR FAMILY,
FRIENDS & HAVE PROPER REST.

"VALUE HAS A VALUE ONLY IF ITS VALUE IS VALUED"

Friday, March 22, 2013

Marriage (Pernikahan) - Khalil Gibran

You were born together, and together you shall be forevermore.
You shall be together when the white wings of death scatter your days.
Ay, you shall be together even in the silent memory of God.
But let there be spaces in your togetherness,
And let the winds of the heavens dance between you.

Love one another, but make not a bond of love
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Fill each other's cup but drink not from one cup.
Give one another of your bread but eat not from the same loaf
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone,
Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.

Give your hearts, but not into each other's keeping.
For only the hand of Life can contain your hearts.
And stand together yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart,
And the oak tree and the cypress grow not in each other's shadow.


Translasi;

Berpasangan engkau telah diciptakan,
Dan selamanya engkau akan berpasangan.
Bersamalah dikau tatkala Sang Maut merenggut umurmu,
Ya, bahkan bersama pula kalian, dalam ingatan sunyi Tuhan.
Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu,
Tempat angin surga menari-nari di antaramu.


Berkasih-kasihanlah, namun jangan membelenggu cinta,
biarkanlah cinta itu bergerak senantiasa
seperti aliran air sungai yang mengalir lincah di antar kedua belahan jiwa.
Saling isilah piala minumanmu, tapi jangan minum dari satu piala,
Saling bagilah rotimu, tapi jangan makan dari pinggan yang sama.
Bernyanyi dan menarilah bersama, dalam segala sukacita,
Hanya biarkanlah masing-masing menghayati ketunggalannya.
Tali rebana masing-masing punya hidup sendiri,
Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya.


Berikan hatimu, namun jangan saling menguasakannya,
Sebab hanya Tangan Kehidupan yang akan mampu menggapainya
Tegaklah berjajar, namun jangan terlampau dekat:
Bukankah tiang-tiang candi tidak dibangun terlalu rapat?
Dan pohon jati serta pohon cemara, Tiada tumbuh dalam bayangan satu dengan lainnya..


Broken Wings (sayap sayap patah) - Khalil Gibran

Wahai langit, 
Tanyakan pada-Nya mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini. Begitu rapuh dan mudah terluka saat dihadapkan dengan duri cinta. Begitu kuat dan kokoh saat berselimut cinta dan asa. 

Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini, mengisi kekosongan di dalamnya, menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih, menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa, memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira. Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa, menghimpit bayangan, menyesakkan dada, tak berdaya melawan gejolak yang menerpa

Wahai ilalang,
Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini? Mengapa kau hanya diam. Katakan padaku, sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini, sesuatu yang dibutuhkan raga ini, sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali.

Desiran angin membuat berisik dirimu, seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku,
aku tak tahu apa maksudmu, hanya menduga. Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana menunggumu dengan setia, menghargai apa arti cinta. 
Hati terjatuh dan terluka, merobek malam menoreh seribu duka. Kukepakkan sayap - sayap patahku, mengikuti hembusan angin yang berlalu, menancapkan rindu di sudut hati yang beku.

Dia retak, hancur bagai serpihan cermin, berserakan. Sebelum hilang diterpa angin, sambil terduduk lemah Ku coba kembali mengais sisa hati, bercampur baur dengan debu. Ingin ku rengkuh, ku gapai kepingan di sudut hati, hanya bayangan yang ku dapat. Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya. 
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini, aa telah patah, tertusuk duri yang tajam. Hanya bisa meratap, meringis, mencoba menggapai sebuah pegangan...

Love - Khalil Gibran

Tentang Cinta

When love beckons to you, follow him, Though his ways are hard and steep. And when his wings enfold you yield to him, Though the sword hidden among his pinions may wound you. And when he speaks to you believe in him, Though his voice may shatter your dreams
as the north wind lays waste the garden.

For even as love crowns you so shall he crucify you. Even as he is for your growth so is he for your pruning. Even as he ascends to your height and caresses your tenderest branches that quiver in the sun, so shall he descend to your roots and shake them in their clinging to the earth.

Like sheaves of corn he gathers you unto himself. He threshes you to make you naked. He sifts you to free you from your husks. He grinds you to whiteness. He kneads you until you are pliant; And then he assigns you to his sacred fire, that you may become sacred bread for God's sacred feast.

All these things shall love do unto you that you may know the secrets of your heart, and in that knowledge become a fragment of Life's heart.

But if in your fear you would seek only love's peace and love's pleasure, Then it is better for you that you cover your nakedness and pass out of love's threshing-floor, Into the seasonless world where you shall laugh, but not all of your laughter, and weep, but not all of your tears. Love gives naught but itself and takes naught but from itself. Love possesses not nor would it be possessed; For love is sufficient unto love.

When you love you should not say, "God is in my heart," but rather, "I am in the heart of God." And think not you can direct the course of love, for love, if it finds you worthy, directs your course.

Love has no other desire but to fulfill itself. But if you love and must needs have desires, let these be your desires: To melt and be like a running brook that sings its melody to the night. To know the pain of too much tenderness. To be wounded by your own understanding of love; And to bleed willingly and joyfully. To wake at dawn with a winged heart and give thanks for another day of loving; To rest at the noon hour and meditate love's ecstasy; To return home at eventide with gratitude; And then to sleep with a prayer for the beloved in your heart and a song of praise upon your lips.


Translasi:
Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar dan curam. Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau pedang tersembunyi di antara hujung-hujung sayapnya bisa melukaimu. Dan kalau dia berbicara padamu percayalah padanya. Walau suaranya bisa menggetar mimpi-mimpimu bagai angin utara membinasakan taman. Kerana sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia akan menghukummu.
Sebagaimana dia ada untuk menyuburkanmu, demikian pula dia ada untuk mencantasmu. Sebagaimana dia mendaki ke puncakmu dan membelai mesra ranting-ranting lembutmu yang bergetar dalam cahaya matahari. Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan menggegarkannya di dalam pautanmu pada bumi. Laksana selonggok jagung dia menghimpun engkau pada dirinya. Dia menghempuk engkau hingga kau telanjang Dia mengasing-asingkan kau demi membebaskan engkau dari kulitmu. Dia menggosok-gosok engkau sampai putih bersih. Dia meramas engkau hingga kau menjadi lembut; Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya sehingga engkau bisa menjadi hidangan suci untuk pesta kudus Tuhan. Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kau fahami rahsia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan. Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta. Maka lebih baiklah bagimu untuk menutupi tubuhmu dan melangkah keluar dari lantai-penebah cinta. Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa-apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Kerana cinta telah cukup bagi cinta. Pabila kau mencintai kau takkan berkata, "Tuhan ada di dalam hatiku," tapi sebaliknya, "Aku berada di dalam hati Tuhan." Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan memerlukan keghairahan, biarlah ini menjadi keghairahanmu: Luluhkan dirimu dan mengalirlah bagaikan anak sungai, yang menyanyikan alunannnya bagai sang malam. Kenalilah penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh. Rasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tentang cinta; Dan menitiskan darah dengan ikhlas dan gembira. Terjaga di kala fajar dengan hati berawangan dan mensyukuri hari baru penuh cahaya kasih; Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap; Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur; Dan kemudian tidur bersama doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sekuntum nyanyian puji-pujian pada bibirmu.

Children - Khalil Gibran




Khalil Gibran
Poet
Kahlil Gibran was a Lebanese-American artist, poet, and writer. Born in the town of Bsharri in the north of modern-day Lebanon, as a young man he immigrated with his family to the United States, where ... Wikipedia Born: January 6, 1883, Bsharri - Died: April 10, 1931, New York City Full name: Jubran Khalil Jubran


Children
Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them,
but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.

You are the bows from which your children
as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
and He bends you with His might
that His arrows may go swift and far.
Let your bending in the archer's hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves also the bow that is stable.


Translasi:

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka memiliki alam pikirnya tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersuka citalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

Thursday, March 21, 2013

Keseharian Mbah Maridjan


Pada tahun 1983 (kalo ga salah), atas restu keraton, Mbah Maridjan menggantikan ayahnya, yang biasa dipanggil Mbah Hargo (Mbah Hargo sudah meninggal, tapi aku ga' tau meninggalnya tahun berapa) menjadi Juru Kunci Merapi. 


Mbah Maridjan seorang abdi dalem Keraton Yogya. Beliau beristri satu (ya mbah Putri - Ponirah) dan punya 5 orang anak. Berturut turut adalah mbak Panut si sulung (tinggal di Desa Kaliadem dan punya warung yang terkenal wedhang gedangnya di Kinahrejo, samping rumah Mbah Maridjan), Mbak Sulastri (tinggal di Yogya), Mas Asih (tinggal di Kinahrejo), Mbak Sulami (tinggal di Bekasi, mungkin tetangganya Mas Boim?) dan mas Widodo (tinggal di Rawa Lumbu - Bekasi). Mbah sudah punya cucu bahkan cicit.

Beliau seorang cowok (he he he...) berusia 79 tahun, secara pribadi beliau orang yang ramah, penuh welas asih dan bersahaja. Beliau tak segan memberikan nasehat gratis kepada siapapun yang membutuhkan, namun saking tingginya bahasa filosofi beliau jadi agak sulit ditangkap makna dari nasehatnya. Beliau juga tidak segan segan "memarahi" para pendaki Merapi yang membandel (kadang ada yang suka 'nakal' dan membahayakan rekan lainnya), karena jalur pendakian Merapi dari arah Selatan sangat berbahaya terutama dari batas vegetasi (Kendhit) ke atas (kabarnya sekarang jalur selatan ditutup karena jalurnya putus oleh erupsi merapi th duaribu reapa gitu (2004?)).
Beliau tidak pernah menolak jika ada tamu yang berkunjung ke rumahnya, kapanpun selagi beliau bisa.

Diluar itu semua, beliau orang yang sangat humoris. Kadang kadang beliau berbicara dengan menggunakan campuran Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa. Ada kejadian yang lucu, saat itu magrib dan Mbah sudah siap pergi ke mesjid. Aku bertanya mau kemana? Si Mbah menjawab dengan sambil lalu "arep street street nang masjid" (maksudnya mau jalan jalan ke masjid).

Keseharian Mbah Maridjan ya seperti seorang kakek pada umumnya. Di pagi hari setelah bangun tidur dan sholat, ngeriung di dapur untuk sarapan. Biasanya Mbah Putri sudah menyiapkan seduhan daun teh dan kue/roti kering untuk sarapan, lalu Mbah Maridjan menuangnya dalam mug kesayangannya ditambah air panas dan mulailah beliau memotong motong gula jawa untuk campuran tehnya. Tak lupa sambil menengok nengok kalau kalau sang cucu (anak Mas Asih, Rosi dan Nurma) yang juga tinggal di Kinahrejo muncul untuk sarapan bersama.

Setelah sarapan, Mbah Maridjan akan mengambil sapu dan mulailah beliau menyapu halaman rumahnya. Mbah sering berkelakar bahwa "aku ki sekolah e nang njpu" (aku sekolahnya di nyapu-njpu seolah olah nama universitas) dan kerjanya bwsp.... buwang sampah...

Siang hari kalo lagi ga ada tamu, ya leyeh leyeh, bercengkrama di dapur sama keluarganya. Menjelang magrib ya siap siap ke masjid. Malam ya nonton sinetron kalo ga ada tamu. Kalo tamunya 'orang deket' sementara beliau lagi nonton, pasti disuruh nunggu selesai sinetron.... (bener koq, si Mbah seneng nonton sinetron....)

Selagi beliau masih lebih muda (10-15 tahun yl), sehari harinya beliau ngarit (mencari rumput) untuk makan sapi piaraannya di hutan Pethit Opak di atas Desa Kinahrejo atau di atas Bebeng. Sekarang Mbah engga' ngarit lagi karena sudah tua, jadi kegiatan sehari harinya ya njpu dan bwsp sambil momong cucu.... Sebenarnya beliau juga sedang menikmati hari tuanya sambil terus menjaga tali silaturahmi dengan Merapi.

Dulu, kalo urusan nyari pendaki ilang di Merapi alias nge-SAR.... hemmmmmm, jangan pernah sepelein beliau deh.... Kalo beliau bilang belom harinya ketemu, ya jangan "nyisir" area, karena percuma yak.... itu bener bener udah terbukti lho...

Aku pribadi sangat mengagumi sosok Mbah Maridjan, jauh jauh hari sebelum beliau menjadi sorotan media, walau mungkin Mbah Maridjan sendiri engga begitu mengenal aku.
Sekarang setelah beliau jadi tenar.... (kalo ada yang ngeledekin bahwa beliau sekarang udah jadi bintang tv, "bintang opo... memedi sawah...?" begitu selalu dijawabnya), aku makin salut sama beliau, salut akan komitmennya sebagai kuncen.....

Begitulah sedikit cerita tentang si-Mbah Maridjan tercintah...... 
Semoga berkenan....

Re-post from Multiply posted on 19 may 2006

Bon Jovi, The Family Man... Saluuuuttttt

















Birth Name: John Francis Bongiovi Jr.
  • Birth Place: Perth Amboy, NJ
  • Date of Birth / Zodiac Sign: 03/02/1962, Pisces
  • Profession: Singer; actor
User Rating:  (1,106 ratings)
Add Your Rating: 1 stars2 stars3 stars4 stars5 stars
Jon Bon Jovi Fast Facts:
  • Both parents served in the U.S. Marines.
  • Met his future wife, Dorothea, in a high-school history class.
  • First professional recording gig was singing vocals on the 1980 holiday album Christmas in the Stars.
  • As a part owner of the franchise, launched the Philadelphia Soul of the Arena Football League in 2004.
  • Hit "Who Says You Can't Go Home" was used in a 2006 tourism campaign for his home state of New Jersey.
  • Was named by President Obama to the White House Council for Community Solutions in 2010.
  • Jon Bon Jovi Relationships:
  • Romeo Jon Bongiovi - Son
  • Jacob Hurley Bongiovi - Son
  • Jesse James Bongiovi - Son
  • Dorothea Hurley - Wife
  • Carol Bongiovi - Mother
  • John Francis Bongiovi Sr. - Father
  • Matthew Bongiovi - Brother
  • Stephanie Rose Bongiovi - Daughter
  • Anthony Bongiovi - Brother
  • Jon Bon Jovi Awards:
  • 1991 Golden Globe: Best Original Song - Motion Picture - Winner
  • 2007 People's Choice Awards: Favorite Rock Song - Winner
  • 1990 Oscar: Best Achievement in Music (Original Song) - Nominee
  • 2008 CMT Music Awards: Group Video of the Year - Nominee
  • 2008 CMT Music Awards: Collaborative Video of the Year - Winner
  • 2006 CMT Music Awards: Collaborative Video of the Year - Winner
  • 2013 Golden Globe: Best Original Song - Motion Picture - Nominee
  • 2006 Grammy: Best Country Collaboration With Vocals - Winner
http://www.tvguide.com/celebrities/jon-bon-jovi/bio/158520
Foto dari berbagai sumber yg bagus dan cakep.....


  • Bon Jovi (1984)
  • 7800° Fahrenheit (1985)
  • Slippery When Wet (1986)
  • New Jersey (1988)
  • Keep the Faith (1992)
  • These Days (1995)
  • Crush (2000)
  • Bounce (2002)
  • Have a Nice Day (2005)
  • Lost Highway (2007)
  • The Circle (2009)
  • What About Now (2013)

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Bon_Jovi




    ...
    Life is like a Ferris Wheel, spinnin' around
    When you get to the top it's hard to look down

    Just hang on, we'll make it through
    Save me, a seat next to you

    When you get to the gates and the angels sing
    Go to that place where the church bells ring
    You know I'll come runnin', runnin' to find you

    ...

    Your Religion is not Important

    Suatu hari pada Oktober 2010, seorang bos yang bijaksana mengirimkan file presentasi via email dengan judul di atas dan dalam teks nya ditulis "Wisdom....a must read". 

    Saya mengagumi Dalai Lama, dengan filosofi yang sederhana namun sarat makna, termasuk kalimat demi kalimat dalam file tsb. Kebetulan isi file itu adalah dialog antara seorang teologia Brazil dengan Dalai Lama. Saking suka dengan kalimat2 dalam file tersebut, sering saya mencari kembali email itu.

    Berikut adalah isi file tersebut;

    A brief dialogue between a Brazilian Theologist, Leonardo Boff (is one of the renovators of the Theology of Freedom) and the Dalai Lama. 




    In a round table discussion about religion and freedom in which Dalai Lama and myself were participating at recess I maliciouslyand also with interestasked him:
    Your holinesswhat is the best religion?” 

    I thought he would say:  
    “The Tibetan Buddhism” or “The oriental religions, much older than Chritianity” 

    Dalai Lama paused, smiled and looked me in the eyes …. which surprised me because I knew of the malice contained in my question. He answered:
    “The best religion is the one that gets you closest to God. It is the one that makes you a better person.”

    To get out of my embarassment with such a wise answer, I asked:
    What is it that makes me better?”

    He responded:
    Whatever makes you more compassionatemore sensible, more detachedmore lovingmore humanitarianmore responsiblemore ethical.”
     The religion that will do that for you is the best religion

    I was silent for a moment, marvelling and even today thinking of his wise and irrefutable response:
    “I am not interested, my friend, about your religión or if you are religious or not.
    What really is important to me is your behaviour in front of your peers, family, workcommunity, and in front of the world.”
    Remember, the universe is the echo of our actions and our  thoughts.”
    The law of action and reaction is not exclusively for physicsIt is also of human relations.  If I act with goodness, I will receive goodnessIf I act with eviI, I will get evil.”

    What our grandparents told us is the pure truth.  You will always have what you desire for othersBeing happy is not a matter of destinyIt is a matter of options.”

    Finally he said:
    Take care of your Thoughts because they become Words. 
    Take care of your Words because they will become Actions. 
    Take care of your Actions because they will become Habits. 
    Take care of your Habits because they will form your Character. 
    Take care of your Character because it will form your Destiny, 
    and your Destiny will be your Life
    … and …
    There is no religion higher than the Truth.”

    Saya tidak tau aslinya file ini dari mana, hanya makna yang terkandung di dalamnya sangatlah baik untuk dipahami, dimengerti dan diaplikasikan kedalam kehidupan sehari hari kita.

    Semoga bermanfaat bagi yang bersedia membacanya....

    Wednesday, March 20, 2013

    Tuhan Pernah Berbisik (unknown)

    Ketika Aku kirimkan seseorang padamu, 
    Aku tidak memberikan seseorang yang sempurna
    karena engkaupun tak sempurna
    Aku mempertemukanmu dengannya, 
    sehingga kalian dapat saling berbagi, 
    dan tumbuh bersama
    Jika kamu memancing ikan, ketika ikan terkait di mata kail, hendaknya angkat dan jagalah ia dengan baik
    Janganlah sekali-kali kamu biarkan ia begitu saja, 
    karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu

    Begitulah juga dalam kehidupan
    Janganlah sesekali kamu banyak memberi 
    pengharapan kepada seseorang, 
    bila memang rasa itu tak pernah ada
    Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya
    Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja, 
    karena ia akan terluka oleh kenang
    Jika kamu menadah air biarlah “berpada” (tak kurang, tak lebih)
    jangan terlalu mengharap pada “takungannya” (genangan air)
    dan janganlah menganggap ia begitu teguh,
    tapi cukuplah sebatas apa yang kamu perlukan
    Karena bila sekali ia retak, akan sukar bagimu 
    untuk menjadikannya kembali seperti semula
    Akhirnya kamu akan kecewa dan ia akan dibuang

    Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, 
    terimalah ia seadanya
    Jangan kamu terlalu mengaguminya 
    dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa
    Anggaplah ia manusia biasa
    Sehingga apabila sekali ia melakukan kesalahan, 
    dan berusaha untuk memulihkan kembali keadaan,
    serta merubah diri dari kesalahan yang terjadi di masa lalu,
    akan lebih mudah bagi kamu untuk menerima ketidak-sempurnaannya dan memaafkannya...

    Berbagi kasih, berusaha saling menerima
    dan peliharalah sifat mudah memaafkan,
    dengan demikian semuanya 
    pasti berakhir dengan keindahan...

    Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik, 
    putih dan sehat untuk dirimu,
    mengapa kamu harus berlengan 
    dan mencoba mencari makanan yang lain?

    Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seseorang 
    yang membawa kebaikan pada dirimu,
    menyayangimu dengan tulus dan sepenuh hati, 
    Mengapa kamu harus berlengah 
    dan mencoba membandingkannya dengan yang lain?
    Ingat,jangan pernah mengejar kesempurnaan, 
    karena kelak kamu akan kehilangan yang terbaik 
    yang sudah kamu raih dan kamu akan menyesal...

    Ya Tuhan, terimakasih atas bisikan indahMu ini....