Pages

Showing posts with label Kerja. Show all posts
Showing posts with label Kerja. Show all posts

Saturday, November 15, 2014

Bersyukur

Ketidaknyamanan bukan alasan curangi diri sendiri, dimana keselamatan hidup adalah keharusan walau pada jalan yang berliku.

Keserakahan adalah hal buruk yang bisa menyebarkan virus, bagai sang kancil yang tidak cerdik menambah semarak atmosfir

Bersyukur, cara tepat perangi ketidakpuasan diri, seperti sang bijak pergi untuk bertempur dimana tak seorangpun tau...

#judeg

Tuesday, September 16, 2014

Petualanganku hari ini demi idung

Sebel dengan idung meler ga puguh selama 2 bulan terakhir ini jadilah gue ke dr tht lagi. Pagi janjian sm dr tht jam 10 periksa setelah si dokter operasi. Naik angkot ke rs, wah kalo nyambung2 tuh mahal juga ya angkot.

Di rs dikorek2nya idung gue pake kamera bergagang, spt tongsis hahaha... baru kali ini juga liat idung bagian dalam.

Dapat obat yg sama dengan waktu berobat ke dr tht di pgk hanya beda di antibiotik yang muahal..... Katanya terapi obat dulu 2 minggu, sama dikasih pengantar buat ct scan.. hadeh sejutaan keknya biaya ct scan, trus disaranin juga untuk rontgen gigi krn dia liat ada gigi geraham atas yang ditambal, katanya kemungkinan ada akar yang rusak alias busuk.. masa iya ciiihhh?? Soale ga sakit je gigiku. Ok lah. Diskusi dulu sama si dokter gigi uedan di jogja katanya rontgen panoramic atau apalah namanya pokoke biar keliatan semua... kek panoramio ajeee...

Siang ke lab rontgent naik ojeg. Nunggu 15 menit hasil keluar... canggih ya sekarang. Trus ke drg naik becak. Di drg, antrian disalib sama sales yg lebih oneng dari bebek... Jiyaaaaahhhh begitu liat hasil rontgen drg bilang ini lab minta dimarahin deh, masa hasil rontgen nya jelek katanya kaki kakinya ga utuh (maksudnya gambaran akar gigi yg ga utuh gambarnya) tapi maksud nya kebaca hanya agak susah dan periksa fisik gigi ternyata tambalan bagus ga ada bengkak atau nanah di sekitar akar gigi yg dicurigai penyebab idung meler. Drg curiga hanya alergi bukan sinusitis.

Alahmdulillah.... kalo ke tht lagi mau tindakan cari second opinion dulu ke dr tht di jalan sawo atau jalan proklamasi.. itu tempat para ahli tht kumpul, tambah drg gue. Trus tambahannya lagi minum vitamin jangan lupa, kl bener alergi naikkin stamina pasti alergi kalah.

Bener juga kata drg uedan si Bintang... bahwa dr tht dan drg suka 'rebutan lapak' hahahahaha... Bintang juga bilang sepertinya gue alregi sesuatu, bisa udara ataupun debu. Nah lho emang sih selama di Bangka nih idung meler... hadeh. Sementara saat ini periuk nasi gue di Bangka... haiyyoooooo

Yah jalani ajalah terapi obatnya dulu... Bismillah semoga sembuh.. amin

Omong2 jalan idung gue hari ini banyak juga yak... hahahaha...

Friday, September 12, 2014

Ya ellaaahhh

Seekor kumbang kelapa yang sangat menikmati dirinya sebagai raja di lingkungan kebun sagu dan kelapa yang berawa di suatu hamparan pasir di sebuah pulau kecil.

Kumbang sangat bangga akan dirinya dan sangat semena mena terhadap ketam kenari yang suka mengupas buah kelapa dengan capitnya yang kokoh. Berulang kali kumbang melancarkan aksinya mengelabuhi ketam agar dapat segera pergi dari pohon kelapa kesayangannya. Gigih pula ketam mempertahankan diri dengan berbagai cara.

Sial bagi ketam, suatu hari dalam keseruan perdebatan ketam lengah dan kumbang mengumumkan bahwa ketam mencuri pucuk bunga kelapa... padahal kumbanglah  yang menghabiskan bunga bunga kelapa dengan rakusnya.

Kumbang pergi dengan kesal dan bilang ya elaaàhhh.... lo yang makan gue yang dibilang nyuri... reseh lo, look who's talking dong aaaahhh!!

Jadi inget Hany cucuku yg dipanggil Rina (ibunya) mbak ella karena kalo lagi ngabek sering bilang "ya ellaahh"


Rindu cucu juga rindu Sauiba

Seperti tiup terompet tahun baru


Cara penyampaian informasi itu penting. Pemahaman situasi di seberang itu juga penting dan sepertinya ini yang sulit.

Bisa karena terlalu senang, lega, panik,  takut ataupun merasa sangat tidak nyaman dll makna bisa berubah. Info yang seharusnya cukup buruk terdengar sangat buruk... jd seperti lebay gitu? Huh...

2 kejadian serupa pernah sungguh2 terjadi walau porsi parahnya beda jauh sekali. Menyedihkannya, engga pernah 'nggeh' itu akan terjadi untuk kedua kalinya.
Satu kondisi terjepit karena acungan beberapa parang walau dalam kawalan pria2 yg terlihat tangguh berseragam dan bersenjata (emang mereka mau mati demi gue?? Hahaha... pait emang).

Yang lain adalah disuruh teman pegang 'bom waktu' yang waktu mulai pegang segel sudah dicabut walau waktunya masih lama tapi tetep kan udah harus mulai menghitung mundur.... seperti jelang tengah malam di tahun baru, 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 toooooeeeeeetttttt sirinepun berbunyi bersama dan hand flare terbang ke udara seketika langit menjadi merah menyala di malam yang pekat di tengah Samudra pasifik

... halah!!

Saturday, September 6, 2014

Let's do it right

Setelah semua kelelahan dapat lalui bersama, sepertinya inilah waktu untuk bergandengtangan dan membuat banyak kebaikan untuk kebersamaan.

Tidak... bukan malah berdalih banyak hal yang bukan menjadi prioritas.
Jika ada sungai di depan, carilah rakit agar tak terbawa arus atau tenggelam
Jika ada bukit, dakilah bukan menggali seperti semut

Wednesday, September 3, 2014

Sàtu baru terlampaui

Ya... satu hal terlampaui sudah. Kita akan melanjutkan meniti jalan di depan sana. Entah apa yang akan ada, mari kita lihat dengan mata hati dan menyikapi dengan sebaik yang kita bisa.
Hope life treat me right

Sunday, August 31, 2014

What next?

Yes... what next after this - alon alon asal kelakon

Uhm.. makin banyak ketemu orang makin ga jelas detailnya. Gapapa deh, alon alon asal kelakon. Tapi kenapa begitu 'alon2' nya lalu kapan 'kelakon'nya? Bukankah kl dimulai lebih cepat akan lebih cepat pula hasilnya keluar

Saturday, August 30, 2014

The lie is like a snowball. The longer he is circulated, the bigger it is ~ Martin Luther ~

Yes it is...

Sayangnya aku harus melakukan hal ini selama berada di sini.
2 bulan waktu yang cukup panjang untuk ini dan akhirnya tak mampu menahan lagi.
Maafkan, teman2...

Bukankah keterbukaan akan lebih menyenangkan dan nyaman? Hidup sudah berat, teman, janganlah lagi kita tambah dengan segenap beban yang tidak semestinya.

Ah... terkenang masa kecilku yang diharuskan Bapak duduk di ruang makan seharian karena melakukan hal yang sangat tidak kusuka sejak itu. Betapa tersiksanya..
Dapat dibayangkan karena harus melakukannya lagi selama 2 bulan?

Dia memang bukan Bapakku, karena beliau sudah bersama Ibuku di sisi Tuhan, tapi saat ini dialah orang dimana aku menggantungkan kehidupan ini. Dia orang yang aku hormati, bukan saja karena seharusnya namun juga karena kebaikan hatinya.

Bisakah kita bedamai? Aku harap demikian..

Yuk buang saja yang ga perlu dan mengambil pelajaran dari semua ini!



Saturday, March 22, 2014

Di beranda tepi pantai




Di sana, aku tinggal hampir 7 gelaran mentari
menjadi saksi betapa indah dan agung cipta Mu
betapa merdu simponi yang Kau cipta

langit biru jernih walau kadang abu disemuti mendung
dua pelangi sejajar menyapa sore yang cantik usai hujan
sepasang elang terbang rendah mencari makan di atas birunya laut
ikan kecil berkejaran menciptakan suara halus di tengah keteduhan ombak 

Di sana, di tengah Samudra Pasifik

keseimbangan antara hati dan kata, teruji
kejujuran yang pernah diajarkan, tertempa
mencoba membangun cita cita sederhana
agar hidup selalu menjadi lebih baik dan bermakna
untuk diri sendiri maupun saudara saudara di sekitar

dermaga
pandang tiang2 kokoh kapal berbentur dengan dapra
dimana kesibukan bongkar muat terlaksana dengan ceria
dimana para penyabar menanti pancing mengait ikan harapan
dimana para ahli mengendalikan crane untuk sebuah kegiatan
dimana kisah cinta berakhir atau berlanjut ke pelaminan
  
perahu kecil terjajar di pantai berpasir putih
kapal besar tertambat di laut lepas
tugboat penarik tongkang sandar di dermaga
LCT dengan kegiatan kru kapal yang asik memancing
atau memperbaiki mesin dengan tekun
truk pengangkut berlalu lalang saat pemuatan
gemuruh suara excavator bekerja
laju wheel loader memindahkan material
membuat harmoni hidup yang sempurna

ada rasa yang tak terucap
ada bara yang menjadi api yang harus padam
ada keceriaan dan canda tawa saat saling mencela
ada wajah cemberut ketika kalah dalam bersilat lidah
ada lantunan lagu cinta dengan denting gitar
ada sorak sorai ketika nonton bola
ada isak tangis haru biru, ketika kesedihan melanda
ada parang teracung yang tak semestinya
demi sebuah harga diri ketika alam sadar melayang nun jauh

lelaki bertelanjang dada membuat perahunya
untuk mengayuh kehidupan mendatang
wanita paruh baya bersimpuh di atas snaad
dengan pinang sirih dan kapur menghiasi bibir yang selalu tersenyum
menjajakan hasil bumi
wanita muda merengkuh anak di depan klinik

rindu tak terbilang
akan keindahan tempat ini
akan kedamaian pantainya
akan keramahan rekan rekan
akan wajah gelap dan polos saudara saudaraku

begitulah kehidupan indah di Pulau Manuran
yang memang selalu harus disyukuri

biarlah menjadi pelajaran berharga
jika memang ada kesempatan lagi
biarlah menjadi kenangan indah
jika tidak akan kembali